"I believe there is no new thing under the sun. Everyone just to inspire & get inspired."
—Enjel Hutasoit—

Flag Bendera Rasa Susu Jahe from (https://www.frisianflag.com/produk/susu-kental-manis/krimer-kental-manis-frisian-flag-bendera-rasa-susu-jahe)

Bagi anda yang penasaran antara keterkaitan antara jahe dan juga susu frisian flag maka kami akan menjelaskan keterkaitannya tersebut karena hal ini sangat bagus untuk anda konsumsi setiap hari. bagi anda yang menginginkan tubuh badan yang ideal seperti halnya anda yang suka dengan yang namanya diet maka anda perlu mengkonsumsi yang namanya susu frisian flag karena susu frisian flag sendiri mampu memberikan nutrisi dan juga mampu memberikan kesehatan dalam tubuh anda saat anda sedang diet dan tentunya jika anda diet mampu menyehatkan tubuh anda.


Maka dari itu selain dengan menggunakan susu frisian flag untuk itu tambah juga perlu menambahnya dengan mengkonsumsi minuman yang mampu memberikan sensasi hangat atau hangatkan tubuh anda seperti halnya jahe. Pasti anda akan bertanya tanya kenapa harus dengan jahe karena jahe sendiri mampu memberikan sensasi hangat karena jahe dikenal sebagai salah satu dari sekian banyak rempah-rempah yang mampu menghangatkan tubuh kita. serta jahe mampu membakar lemak di dalam perut kita walaupun tidak banyak namun sudah bisa mengurangi beban yang ada di dalam tubuh kita.


Ketika kita berolahraga dan lebih jika anda berolahraga setiap hari ditambah dengan mengkonsumsi jahe hangat sebelum berangkat sekolah atau beraktifitas bahkan mau tidur maka setiap hari tubuh anda akan memproses yang namanya proses pembakaran lemak yang ada di dalam tubuh anda. sehingga anda akan lebih cepat sehat apalagi bagi yang gemuk tentu akan cepat mengalami berat yang ideal atau turunnya berat badan kalian. maka dari itu segera konsumsi jahitan susu frisian flag agar memiliki berat badan yang sehat dan diet sehat anda bisa tercukupi jika kalian mengkonsumsi Frisian Flag sebagai susu terbaik dalam proses mengecilkan berat badan anda atau menurunkan berat badan anda. Oleh karena itu segera lakukan tips diet tersebut agar anda bisa memiliki badan yang ideal dengan melakukan tps diet yang sangat bagus dengan Frisian Flag.

Intip Susu Terbaik yang Mampu Menghangatkan Badan


“Cover the earth before it covers you.” 

— Dagobert D. Runes

Saya baru membaca artikel “Millennials is homeless and never gone buy house”. Sebagai seorang millennial tentu saya khawatir. Dan setelah beberapa saat, seketika terbesit dalam pikiran mungkin saya perlu travelling. Who cares about house when you can go anywhere?

Sedikit sarkas, namun kalau kamu tahu tentang millennial  atau kamu salah satunya  maka kamu akan tahu seberapa penting traveling bagi kami  kalau kamu bukan salah satunya.

Bahkan dalam satu research mengatakan bahwa millenials lebih memprioritaskan traveling dibanding selalu berkutat dengan urusan membeli atau menyicil rumah.

Pengalaman travelling millennial ternyata memiliki keunikan sendiri. Tren yang berbeda dengan generasi sebelumnya dimana perjalanan mewah dengan kapal pesiar, pelesir ke luar negeri adalah bukan hal yang menjadi dominan millennial.

Millennial mencari petualangan di luar jalur yang otentik dan tak terlupakan (dan tentu, instagramable). Millenial mencari sesuatu yang baru ketika mereka travelling  sesuatu yang menantang, lokal dan personal. Lebih dari 80% millennial mencari pengalaman travelling yang unik dan cara terbaik untuk belajar tentang sebuah tempat adalah dengan hidup atau tinggal sebagaimana lokal.

Dari banyak alasan yang menjadi tujuan millennial travelling, umumnya tidak lepas dari tiga alasan ini. Namun saya hanya akan membahas dari dua perspektif yang berbeda, yaitu kebudayaan dan teknologi dalam hal ini sosial media.

Millennial ingin menjadi bagian dari budaya. Millennial traveller tidak akan plesiran ke luar negeri untuk berpesta. Sebaliknya, perjalanan millennial adalah tentang ke-original-an dan masuk ke dalam kebudayaan adalah cara terbaik untuk ini.

Studi terbaru tentang menunjukkan trend terbaru millennial ketika bepergian adalah untuk mengalami budaya baru. Dan untuk sekedar mengingatkan bahwa kuliner adalah bagian penting — jika tidak mau disebut bagian besar — dari sebuah budaya suatu daerah.

Yang kedua adalah pengaruh media sosial yang menjadi inspirasi perjalanan millennial. Melihat tempat yang dilihat millennial di instagram atau media sosial lainnya mendorong millennial untuk melihat dan mengalami hal sama. Dan yang paling penting, kembali menunjukkannya ke media sosial untuk kepuasan tersendiri.

Dapat mengunjungi tiap provinsi di negaranya adalah satu passion tersendiri bagi millennial. Namun dua permasalahan yang umum dialami millennial yang saat dominannya berada dalam usia produktif adalah tidak memiliki cukup waktu untuk travelling karena alasan pekerjaan dan memiliki permasalahan finansial atau bahkan keduanya.

Weekend adalah waktu yang paling bisa dimanfaatkan untuk merefresh atau jika mugkin melakukan travelling singkat. Perjalanan dengan tujuan domistik juga bisa menjadi pilihan terbaik untuk tetap melakukan perjalanan dengan dana minim.

Untuk kamu Indonesian mellennials, Google pernah menerbitkan 10 tujuan wisata populer di Nusantara. Dari kesepuluh destinasi tersebut, Surabaya menjadi sangan mencolok untuk dikunjungi millennial karena beberapa “tempat baru” yang belum banyak diketahui orang. Selain karena pengakuan dunia  dan capaian kota ini dengan dua kali menyabet Adipura dengan kurun satu dekade serta penghargaan.

1. Atlantis Land
Tempat wisata yang tergolong baru dan memiliki konsep yang mirip dengan DisneyLand. Cerita menariknya, Kenjeran yang merupakan lokasi wiasata Antlantis Land ini berada dulunya terkenal kumuh dan wisatawan enggan berkunjung. Namun saat ini, Antlantis Land adalah magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke Surabaya.


3. Surabaya North Quay
Surabaya North Wuay adalah destinasi yang dibuat Pelindo III dan berada di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak. Destinasi ini menjadi wisata alternatif wisata Surabaya yang kreatif dan ramah pengunjung dan juga bisa menjadi destinasi romantis.

Destinasi yang sering disingkat dengan SNQ ini adalah bagian dari terminal bagi kapal pesiar mewah dari berbagai dunia yang bersandar ke Pelabuha Tanjung Perak bahkan dari rooftopnya kamu bisa menikmati indahnya Jembatan Suramadu dan Monumen Jaleveva Jayamahe yang fenomenal.



3. Suroboyo Carnaval Park
Suroboyo Carnaval Park merupakan taman hiburan terbesar dan terbaru di Surabaya yang buka pada malah hari.

4. Food Junction Pakuwon
Hal yang paling menjadi pertimbangan untuk melalukan travelling adalah widata kulinernya. Selain tersedia pilihan lokasi kuliner indoor dan outdoor, lokasi dari destinasi ini sangat instagramable dan berbagai spot lain yang memberi pengalaman menarik bagi pengunjung.

Selain destinasi di atas, masih banyak hal menarik dari kota ini yang bisa menjadi pilihan terbaik untuk melakukan travelling. Perjalanan menuju kota ini juga akan menjadi mudah dijangkau terutama  kamu yang ingin melakukan perjalanan dari jakarta.

Dengan waktu yang terbatas saat weekend, perjalanan dengan pesawat adalah pilihan wahid. Selain memakan waktu yang lebih sedikit dibanding jalur transportasi lain, kamu bisa mendapat harga tiket pesawat Surabaya Jakarta yang terjangkau jika kamu menelusuri melalaui website pegipegi.com atau aplikasi pegipegi.


Tepat di bawahya, kamu bisa melihat kalender promo untuk bahan pertimbangan kamu memilih dan memilah tiket pesawat murah dan paling tepat.

Hal yang paling saya sukai adalah kecepatan dan kemudahan ketika kamu akan mengubah atau mengurutkan pencarian tiket pesawat online.


Sebagai seorang millennial yang mengutamakan kecepatan dan kepraktisan dari sebuah aplikasi dalam menyajikan apa yang paling diperlukan, dan yang paling penting adalah menyediakan tiket pesawat murah, pegipegi.com adalah pilihan pertama untuk digunakan.

Millennials Pegipegi ke Surabaya


Wacana pemindahan ibukota oleh Presiden Jokowi masih hangat diperbincangkan. Palangkaraya adalah alternatif yang paling sering terdengar. Bung Karno, sang penggagas pertama, mempertimbangkan kota ini karena letaknya yang di tengah Pulau Kalimantan dan Kalimantan adalah pulau terbesar Indonesia yang terletak di tengah gugus NKRI.

Secara geologis, Palangkaraya tidak termasuk ring of fire, tidak memiliki gunung api aktif, bukan daerah gempa dan bebas tsunami.

Di tengah keunggulannya yang seolah anti-bencana, kota ini menyimpan sejarah kelam Indonesia. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 32 wilayah Jakarta pada Agustus-November 2015 lalu tercatat sebagai salah satu kebakaran terburuk yang pernah terjadi di Indonesia.

Dampak dan kerugian mencakup di semua lini. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, bencana kabut asap di wilayah Sumatera dan Kalimantan menewaskan kurang lebih 19 orang.

Dinas Kesehatan Provinsi Riau, dalam periode 29 Juni- 27 September 2015, sebanyak 44.871 orang terkena risiko asap. Dari angka itu, sebanyak 37.396 orang lainnya menderita ISPA, 656 orang menderita pneumonia, 1.702 orang terkena asma, 2.207 orang menderita penyakit mata, dan penyakit kulit sebanyak 2.911 orang.

Dampak terhadap ekonomi, laporan Bank Dunia mencatat total kerugian Indonesia akibat bencana kabut asap tahun 2015 telah melampaui 16 miliar dolar AS atau dua kali dari rekonstruksi akibat tsunami di Aceh tahun 2004.

Kerugian Masif Kebakaran Hutan Indonesia

Penyebab Karhutla Tahun 2015

"Pembakaran" hutan gambut adalah faktor utama tragedi ini. 55% kebakaran terjadi pada hutan gambut yang notabene sangat pantang dibakar dan ilegal menurut hukum di Indonesia.

"Gambut berperan penting dalam menyerap 75% karbon di dunia. Lahan gambut tak boleh dibakar atau dikeringkan untuk dijadikan lahan perkebunan. Hal ini bisa memicu terjadinya karhutla." Ujar Zulfikar Muriyadi, Koor MRV REDD.


Mengapa Pembakaran Hutan Gambut Lebih Berbahaya?

Gambut adalah hamparan yang terbentuk dari sisa-sisa pohon, rerumputan, lumut, dan jasad hewan yang membusuk. Timbunan tersebut menumpuk selama ribuan tahun hingga membentuk endapan yang tebal.

Pengeringan lahan gambut akan mempercepat pembusukan bahan organik yang melepaskan karbondioksida (CO2) dalam prosesnya. Bersama bahan organik yang membusuk, gambut pun menyusut. Lahan gambut kemudian dikeringkan lagi untuk mencegah air kembali membanjiri gambut. Proses pengeringan gambut yang terus berlangsung ini mengeluarkan emisi CO2 secara terus menerus dan membuat lahan gambut rentan terbakar.

Dalam video ini dijelaskan lebih rinci tentang pentingnya lahan gambut:



Siapa yang Bertanggung Jawab terhadap Kebakaran Hutan Gambut Tahun 2015

Kebakaran hutan bukanlah kasus yang hanya sekali terjadi, melainkan telah terjadi berulangkali. Mempertanyakan siapa yang paling bertanggung jawab hanya akan berujung pada aksi saling tunjuk dan lempar tanggung jawab.

Salah satu organisasi lingkungan meminta tanggung jawab negara terkait asap. Di sisi lain, pihak koorporasi meminta Pemerintah tidak terpaku penindakan karena ada regulasi yang dapat menimbulkan multitafsir. Di sisi lainnya, masyarakat (netizen) menyerukan isu ini agar seluruh dunia mendengar, dan memperoleh hampir dari 2 juta Tweet dan menjadi trending of year tahun 2015.

Apa yang Harus Diubah dan Dikerjakan

Seluruh lapisan masyarakat, pemerintah, perusahaan, dan organisasi masyarakat sipil harusnya dapat saling terhubung untuk mendukung restorasi lahan gambut demi keberlangsungan ekonomi untuk masyarakat Indonesia dan perlindungan lingkungan.

Pantau Gambut sebagai wadah atau platform daring menyediakan akses terhadap informasi mengenai perkembangan kegiatan dan komitmen restorasi gambut yang dilakukan oleh segenap pemangku kepentingan di Indonesia.

Platform Pantau Gambut berfungsi sebagai sarana pemantauan kinerja pengelolaan dan restorasi gambut yang dilakukan oleh pemerintah baik tingkat nasional maupun daerah, organisasi masyarakat sipil, dan pelaku usaha. Fungsi sarana tersebut adalah:

  • Sebagai jembatan komunikasi dan koordinasi antar organisasi anggota platform 
  • Media pengumpulan data dan informasi terkait kegiatan restorasi gambut baik yang dilakukan pemerintah maupun organisasi masyarakat sipil 
  • Perangkat untuk menampilkan kegiatan organisasi masing-masing anggota sehubungan dengan pengelolaan, advokasi, dan restorasi lahan gambut

Dengan menggabungkan teknologi, data terbuka, dan jaringan masyarakat, masyarakat dapat memantau komitmen restorasi lahan gambut yang dilakukan oleh pemerintah, organisasi masyarakat sipil, serta pelaku usaha.

Melalui analisis perkembangan serta kendala realisasi komitmen pelaku restorasi, diharapkan dapat tercipta gagasan yang dapat mendukung target restorasi gambut di tingkat nasional.

Pantau Gambut: Menjaga Indonesia dengan Gambut







Note:
This content is being restricted because some issues. Please come back and check it later.

HCS Approach Toolkit 2.0: Connecting The Dots between Government, Businesses & NGO


"You see," she said "your first love isn't the first person you give your heart to - it's the first one who break it."
—Lang Leav
Layaknya rasa jatuh cinta, rasa patah hati pun memiliki misteri dan prinsip yang serupa, yaitu 'datang tiba-tiba, pulang pelan-pelan.'

Tidak percaya? Coba saja tanya pada mereka (yang sedang jatuh cinta), “Bagaimana kamu bisa jatuh cinta dengannya?” Jawaban yang paling sering adalah, “Tiba-tiba... cinta datang kepadaku.”

Sekali lagi, tanya pada mereka (yang sedang patah hati, kalau memungkinkan pada orang yang sama), “Bagaimana mungkin ini terjadi?” Jawaban yang paling sering adalah, “Aku pun tak menyangka, semuanya terjadi tiba-tiba.”

Dari sini, mari sepakat bahwa prinsip ‘datang tiba-tiba’ adalah relatif benar.

Permasalahnya sekarang adalah prinsip ‘pulang pelan-pelan’ tersebut. Sangat jarang kita temui ada seseorang telah sembuh dari patah hatinya dengan tiba-tiba. Alih-alih menghibur diri, justru mengelak diri sendiri. Berdalih dari prinsip patah hati yang pulang pelan-pelan, justru mempertahankan patah hati yang bolak-balik di tempat yang sama.

Nah, agar kamu tak terkesan munafik tapi tetap terlihat asik dengan aktivitas patah hatimu, berikut beberapa pantangan yang perlu kamu hindari untuk mempercepat pulangnya patah hati ke tempat yang itu melulu.

1. Pantang Terus Terkoneksi (Sementara) 

"Tidak baik memutus silaturahmi" dan itu memang benar. Makanya ada kata 'sementara' terselip disana. Jika diselidiki lebih dalam, terkadang diri kita sendiri enggan untuk move on. Ini ibarat seorang  yang ingin menurunkan berat badan lalu mengatakan 'tak baik jika tak makan secara teratur.'. Maka itu dibenarkan. Yang menjadi masalah adalah itu dijadikan alasan untuk tetap mengkonsumsi kalori melebihi kebutuhannya. Apakah analogi cukup sepadan? Mari kita lihat di paragraf selanjutnya.

Jaman dahulu kala, sebut saja jaman Tutur Tinular :) sarana telekomunikasi sangat terbatas jika tak mau disebut nyaris tak ada. Hal ini digambarkan dalam berbagai kisah romantika sastra klasik yang mengisahkan tentang seorang pujangga yang ditolak atau mungkin dikhianati dan akhirnya patah hati. Setelahnya, sang pujangga merantau  meninggalkan desa dan mencapai kesuksesan di kota, ia kembali ke desa tersebut. Ini mungkin hanya sebuah dongeng, namun tetap membawa nilai bahwa ketika sang pujangga pergi ke kota tidak benar-benar memutuskan hubungan, karena pada akhirnya ia kembali. Meskipun bukan untuk menjalin hubungan dengan orang yang sama, namun menunjukkan bahwa ia telah berhasil.

Penggalan kisah romantika itu masih terus menjadi bagian dari kisah lainnya, bahkan hingga kini. Namun, semakin meningkatnya teknologi komunikasi membuat generasi saat ini, dominannya generasi milenial, sangat rentan dari wabah susah move on. Generasi saat ini bahkan bisa menjalin hubungan walau terpisah benua. Lalu bagaimana mungkin memutuskan koneksi yang nyaris mustahil? Jawabannya ada ditangan kamu masing-masing. Satu-satunya kesulitan terbesar adalah melawan kemauan diri sendiri. Kalau kita sudah sepakat untuk melawan keinginan tersebut, silakan lanjut ke point selanjutnya.

2. Pantang Stalking Media Sosial

Sebenarnya point no.2 sampai no.8 adalah uraian dari point no.1. Mengapa begitu? Terserah penulisnya, kalau boleh menjawab.

Pantang melakukan stalking! Maka sangat disarankan untuk menghapus koneksi dari media sosial termasuk dan tidak sebatas facebook, twitter, instagram atau path. Ini mungkin terkesan (terbaca) arogan dan kekanak-kanakan, namun sebenarnya ini akan sangat efektif buat kamu yang suka mencari-cari alasan untuk kegiatan stalking yang berakhir di sesak move on.

3. Pantang Menyimpan Barang Kenang-Kenangan

Untuk menghindari benturan momen ketika kamu sedang bengong dan tiba-tiba terkesiap memandang barang pemberiannya. Episode selanjutnya biasanya akan terdengar gesekan biola, kemudian bulan mendekat, kamu menarik kenangan, ingin berlari dari kenyataan, kemudian.... mari kita hentikan sinetron ini. Paling tidak, cegah dari awal. Caranya? Hindari kemungkinan ini dengan membuang (hibahkan pada orang tak dikenal) semua barang tersebut. Serius!

4. Pantang Berkomunikasi dengan Orang Terdekatnya

Sekali lagi, ini bukan berlaku seumur hidup. Ini hanya untuk membuat kita fokus terhadap masa depan. Menarik diri dari lingkungan terdekatnya adalah salah satu upaya agar terhindar dari 'kenangan' yang membuat kamu sulit memandang ke depan.

5.Pantang Reuni Sebelum Move On

Reuni tak jauh dari kembali membawa kamu ke bagian tersulit yang harusnya sudah kamu lalui. Silakan reuni jika kau yakin telah move on. Silakan reuni jika kau yakin tak akan bertemu dengan si mantan. Silakan reuni jika kamu sudah dewasa dan menerima segala kemungkinan yang bisa terjadi.

6. Pantang Sendiri

Sendiri disini bisa bermakna ganda. Sendiri bisa dalam arti lajang. Sendiri bisa dalam arti kamu tak memiliki kegiatan yang berujung kepada kebengongan. Carilah kesibukan, keramaian, kesukaan, kalau bisa kekasih.

7. Pantang Cari Alasan

Sering kita mencari alasan atau pembenaran tentang apa yang kita lakukan, padahal kita sudah berkomitmen. Ini merupakan point terberat karena ini menyangkut integritas. Yang membuat komitmen adalah diri kita sendiri, maka jika pun melanggar maka tak seorang pun tahu. Disini kita bisa menilai seberapa integritas kita terhadap komitmen yang kita buat.

8. Pantang Menyerah

Poin terakhir adalah "pantang menyerah!" Silakan ulangi point 1-7. Jika sudah menyerah lanjut ke poin ke-8 yang artinya ulangi poin ke-1 sampai ke-7. Menyerah? Pantang menyerah, Gen-Y!


Kesimpulan yang bisa ditarik dari semua hal yang saya sebut di atas adalah tidak ada. Kamu tidak perlu kamu melakukan anjuran tersebut jika kamu sangat yakin bahwa kemungkinan-kemungkinan yang saya ajukan bisa kamu tangkis denga kepercayaan diri. 

Intinya, tidak ada satu pun kata bijak atau nasihat yang absolut cocok untuk semua orang. Maksudnya, orang yang paling tepat dan paling bisa memberikan nasihat terhadap kamu adalah dirimu sendiri. Semua uraian ini dan artikel-artikel di luar sana hanyalah sebuah pandangan. Gunanya untuk membantu kamu menentukan pilihanmu, Gen-Y.
N O T E :
Ingin melihat catatan hari lainnya? Klik “ALMANAK” atau “Select a Date” pada sidebar.
CONTACT ME” jika kamu menemukan kesalahan, typo atau punya kritik untuk artikel ini.

8 Aktivitas yang Pantang Dilakukan Saat Patah Hati

"To be prepared is half to the victory."
(Miguel de Cervantes)
PROLOG
The content of prolog just one or two paragraphs. Simple. Too much paragraph in prolog makes reader boring. Prolog is shorter than the body of the text or article, but doesn't mean it's not important. I always take special attention to create a prolog. What for? Of course to make my reader keep reading till the end of the article. Yes, I know that I've said the quote took that responsibilities before. But, you know what, if you ask me: "When you decided to stop reading an article?" then I diffinately answer you: "Anytime, when I bored with that long journey text!" So, why you ever though to make some part of your text not important?" Think twice, gen-Y!
 
BODY
Body is all what you want to say. There's no limitation. Some article provides 15-20 paragraphs, another just 3-5 paragraphs for the body. So, it's up to you, which one you think can explain your pupose clearly. Ya! When you want to tell your reader about how to make english breakfast tea, maybe 3-5 paragraphs is good enough. But, when you want to explain how our digesty system working, you need more paragraph. Well, I wanna say that there's no rule. The rule just for followers not for you, Gen-Y.

Body is all what you want to say. There's no limitation. Some article provides 15-20 paragraphs, another just 3-5 paragraphs for the body. So, it's up to you, which one you think can explain your pupose clearly. Ya! When you want to tell your reader about how to make english breakfast tea, maybe 3-5 paragraphs is good enough. But, when you want to explain how our digesty system working, you need more paragraph. Well, I wanna say that there's no rule. The rule just for followers not for you, Gen-Y.

Body is all what you want to say. There's no limitation. Some article provides 15-20 paragraphs, another just 3-5 paragraphs for the body. So, it's up to you, which one you think can explain your pupose clearly. Ya! When you want to tell your reader about how to make english breakfast tea, maybe 3-5 paragraphs is good enough. But, when you want to explain how our digesty system working, you need more paragraph. Well, I wanna say that there's no rule. The rule just for followers not for you, Gen-Y.

Body is all what you want to say. There's no limitation. Some article provides 15-20 paragraphs, another just 3-5 paragraphs for the body. So, it's up to you, which one you think can explain your pupose clearly. Ya! When you want to tell your reader about how to make english breakfast tea, maybe 3-5 paragraphs is good enough. But, when you want to explain how our digesty system working, you need more paragraph. Well, I wanna say that there's no rule. The rule just for followers not for you, Gen-Y.

Body is all what you want to say. There's no limitation. Some article provides 15-20 paragraphs, another just 3-5 paragraphs for the body. So, it's up to you, which one you think can explain your pupose clearly. Ya! When you want to tell your reader about how to make english breakfast tea, maybe 3-5 paragraphs is good enough. But, when you want to explain how our digesty system working, you need more paragraph. Well, I wanna say that there's no rule. The rule just for followers not for you, Gen-Y. 
CONCLUTION
Hello, hello, hello. Hello from the outside, Adele! I mean, hello from the conclution part, Gen-Y. This part makes your reader remember all of the text or article that they've been read. Just write one or two paragraphs. But now I just write one paragraph (well, a half paragraph).

Oh, ya! Once again, althougt this paragraph took in the end, remember to keep all of your text important, so your reader will keep watching you! I mean, watching your text. I mean, reading your text. Oke, stop! Happy writing!

8 Elemen Wajib dalam Perencanaan untuk Mencapai Target

Tweet: "Women are the real architects of society."
—Harriet Beecher Stowe 















































































































 






N O T E:
Ingin melihat catatan hari lainnya? Klik “ALMANAK” atau “Select a Date” pada sidebar.
CONTACT ME” jika kamu menemukan kesalahan, typo atau punya kritik untuk artikel ini.

Digital dan Kebangkitan Wanita Indonesia

Tweet: "The only thing that you absolutely have to know is the location of the library."
(Albert Einstein)
Maaf, onten sedang dalam perbaikan. Silakan kembali pada tanggal 10 April 2017. IMaaf, onten sedang dalam perbaikan. Silakan kembali pada tanggal 10 April 2017. IMaaf, onten sedang dalam perbaikan. Silakan kembali pada tanggal 10 April 2017. IMaaf, onten sedang dalam perbaikan. Silakan kembali pada tanggal 10 April2017.IMaaf, onten sedang dalam perbaikan. Silakan kembali pada tanggal 10 April 2017.  


Tweet: "Knowledge is free at our library, just bring your own container."
 (Perpustakaan Unsyiah) 


Maaf, onten sedang dalam perbaikan. Silakan kembali pada tanggal 10 April 2017. IMaaf, onten sedang dalamperbaikan. Silakan kembali pada tanggal 10 April 2017. IMaaf, onten sedang dalam perbaikan. Silakan kembali pada tanggal 10 April 2017. IMaaf, onten sedang dalam perbaikan. Silakan kembali pada tanggal 10 April 2017.IMaaf, onten sedang dalam perbaikan. Silakan kembali pada tanggal 10 April 2017.
Maaf, onten sedang dalam perbaikan. Silakan kembali pada tanggal 10 April 2017. IMaaf, onten sedang dalam perbaikan. Silakan kembali pada tanggal 10 April 2017. IMaaf, onten sedang dalam perbaikan. Silakan kembali pada tanggal 10 April 2017. IMaaf, onten sedang dalam perbaikan. Silakan kembali pada tanggal 10 April 2017.IMaaf, onten sedang dalam perbaikan. Silakan kembali pada tanggal 10 April 2017.

Maaf, onten sedang dalam perbaikan. Silakan kembali pada tanggal 10 April 2017. IMaaf, onten sedang dalam perbaikan. Silakan kembali pada tanggal 10 April 2017. IMaaf, onten sedang dalam perbaikan. Silakan kembali pada tanggal 10 April 2017. IMaaf, onten sedang dalam perbaikan. Silakan kembali pada tanggal 10 April 2017.IMaaf, onten sedang dalam perbaikan. Silakan kembali pada tanggal 10 April 2017.

N O T E:
Ingin melihat catatan hari lainnya? Klik “ALMANAK” atau “Select a Date” pada sidebar.
CONTACT ME” jika kamu menemukan kesalahan, typo atau punya kritik untuk artikel ini.

Perpustakaan Seru: More Than Just A Library